2Bagger Pertamaku : ERAA. Kesabaran yang Berbuah Manis

ERAA-ku 1BAGGER

Senin, tanggal 30 April 2018 sehari terakhir menjelang libur hari buruh “may day”.

ERAA. Pada hari itu, bertepatan dengan jadwal cum date pembagian deviden saham ERAA sebesar Rp 38/lembar dan batas terakhir pelaporan Laporan Keuangan Emiten. Transaksi ERAA menjadi sangat aktif dengan volume lebih dari 850 ribu. Volume terbesar untuk ERAA dalam dua tahun terakhir.  Dan akhirnya, beberapa jam sebelum penutupan bursa, ERAA mencatat Auto Rejection Atas (ARA). Harga sahamnya ditutup pada 1710, naik 25% dari harga 1370 pada hari sebelumnya.

Kemeriahan transaksi ERAA hari itu juga memeriahkan porto saya. ERAA adalah emiten dengan porsi terbesar di porto. Sehingga, kenaikan yang signifikan akan berdampak pada kenaikan porto yang signifikan juga. Dan benar, hari itu porto mencetak kenaikan tajam dari sebelumnya yang mencatat penurunan tajam.

Dan yang terpenting dari itu semua, ERAA ku mencatat 1Bagger. Average modal di harga 832, sudah mencatat kenaikan 100% ketika harga 1670 sebelum pukul 10 pagi.

Sesuai rencana investasi, saya jual hampir 50% lot ERAA ketika cuan lebih dari 100%. Alih-alih menyelamatkan modal, sehingga yang tersisa adalah profit dari investasi.

Mengapa saya melakukan take profit sebagian saat itu :

  • sesuai rencana investasi, bila cuan 100% saya akan menjual sebagian lot dan membiarkan cuan yang berjalan
  • terjadi kenaikan yang signifikan bahkan terjadi ARA pada saat cum date deviden, sehingga ada kekawatiran kenaikan harga tersebut karena sentimen cum date
  • berdasarkan LK tahun 2017, rasio PER ERAA saat itu sebesar 15x. Rasio per ini di atas nilai rata-rata per ERAA yang sekitar 13x.

Apakah saya salah melakukan take profit pada hari itu? Dan sepertinya saya salah, karena pada hari rabu, 5 Mei, setelah liburan, setelah cum date, setelah release LK Quartal 1 2018, harga saham ERAA malah meneruskan penguatan dan sempat mencapai 2100 walau akhirnya bertengger di 1770. Saya tidak menyangka dan tidak tahu harga saham ERAA menguat secepat itu. Tapi yang saya tahu adalah menjual sebagian lot ketika profit 100% adalah bagian dari rencana investasi saya.

ERAA ku, “welcome to my 1bagger emiten“.  ERAA bukan 1Bagger-ku yang pertama. Sehingga perasaan euforia tidak sebesar dengan 1Bagger pada saham sebelumnya. Sebelumnya saya pernah merasakan di KBLI, BKSL dan ENRG. Walau demikian, banyak pengalaman yang saya dapatkan dari ERAA yang tidak saya dapatkan di saham yang lain.

Perjalanan ERAA tidak seperti saham lainnya. Penguatan harga saham terus berlanjut seiring berita positif yang terus menaunginya. Tidak perlu menunggu lama, tidak kurang dari 1 bulan setelah itu, tanggal 23 Mei 2018, ERAA-ku mencatat 2Bagger, pada jam 15.00 ketika harga ERAA tercatat Rp 2500. Sisa cuan ERAA telah mencatat kenaikan lebih dari 200% di portoku. ERAA adalah 2Bagger pertamaku. Kesabaran yang Berbuah Manis.

ERAA : 2BAGGER PERTAMA-ku

ERAA benar-benar menjadi fenomena dalam portoku. Setelah cum date, harga bukannya turun malah naik terus. Banyak berita positif seputaran ERAA yang membuat harga naik terus. Beberapa yang saya catat antara lain :

  • Laporan Kinerja Q1 2018 yang naik tajam
  • Rencana pembukaan 250 gerai baru di kota-kota kecil
  • Masukkan Xiaomi dibalik 10% saham baru hasil private placement

Berita-berita positif itu akhirnya membuat harga saham ERAA naik terus. Tidak lebih berselang 1 bulan, setelah 1bagger pada tanggal 30 April 2018, pada tanggal 23 Mei 2018, ERAA ku mencatat 2bagger. Ya ini lah 2Bagger pertamaku. Pada jam 15.00, harga ERAA tercatat sebesar 2500, 200% dari modalku di harga 832. Dan hari itu, ERAA ditutup pada harga 2560 atau 207%.

Ada hal saya sesali, adalah saya telah melakukan profit taking untuk sebagian lot ketika ERAA mencapai 1bagger pada tanggal 30 April. Andai saya tidak melakukan penjualan, tentu sekarang saya memiliki lot yang lebih banyak.

Tetapi ada satu sisi positif yang saya dapatkan dari strategi menyisakan cuan seperti di atas, adalah  secara psikologis saya tidak terlalu terbebani oleh naik turunnya harga saham ERAA. Apabila saya tidak melakukan taking profit sebagian saat itu, tentu saya masih akan tetap deg-degan melihat pergerakan harga saham ERAA.

Bagi saya, selama prospek perusahaan masih baik, saya masih tenang untuk menetapkan target investasiku secara jangka panjang kepada ERAA.

ERAA ADALAH SAHAM LAMA SAYA

ERAA adalah salah satu saham lama saya dan saya masukkan dalam Kategori A (Saham Lama Warisan Trading). Saham ini adalah peningggalan ketika masih aktif trading. Ketika mulai melakukan strategi investasi di awal 2017, saham ini dalam posisi “nyangkut”.

Saya mulai mengenal dan mengkoleksi saham ini sejak tahun 2014. Pengenalan dari seorang teman “master trader” karena penurunan harga nya yang drastis dibandingkan harga tertingginya, dan mendekati harga IPO di harga Rp 1000. ERAA sempat mencatat harga tertinggi di Rp 3500 pada bulan Mei 2013.

Tahun 2014 saya melakukan trading dengan keluar masuk pasar di antara harga Rp 1000 sampai Rp 1400 an. Menjualnya ketika mendaparkan cuan minimal 2% dan membelinya kembali ketika harga turun. Strategi ini memang mendapat profit walau pasar sedang turun. Tetapi profit yang saya dapatkan tidak maksimal dan cukup menguras mental dan energi, karena harus selalu fokus di market setiap saat.

Tahun 2015, terjadi penurunan IHSG tak terkecuali ERAA. Saya sudah tidak bisa berbuat apa-apa, karena saya tidak berani melakukan cut loss. Yang bisa saya lakukan hanya pasrah terhadap kondisi pasar sampai harganya kembali ke posisi modal, entah sampai kapan.  Dalam beberapa kesempatan, bila ada cash, saya melakukan average down.

Pada pertengahan tahun 2016, saya mulai belajar Fundamental Analisis dan akhirnya memutuskan untuk hold ERAA walaupun kondisi masih nyangkut atau potensial loss. Saya memutuskan itu karena, pada saat itu, kesimpulan yang saya dapatkan adalah ERAA menarik secara fundamental dan harga di pasar masih jauh lebih rendah dari harga wajarnya. Atau bisa dikatakan valuasi harga nya cukup murah.

ERAA : MENARIK SECARA ANALISA FUNDAMENTAL

Pada awal saya melakukan analisa Fundamental ERAA di akhir tahun 2016, saya mendapatkan beberapa indikator fundamental yang menarik. Berdasarkan Laporan Keuangan terakhir yaitu Quartal ke 3 tahun 2016 saya mendapatkan kesimpulan bahwa ERAA memiliki :

  1. Bisnis ERAA yang menarik
  2. Konsistensi Kinerja yang Meningkat
  3. Valuasi Harga Masih Murah

1. Bisnis ERAA yang menarik

ERAA kode saham dari PT. Erajaya Swasembada  adalah perusahaan ritel dan distribusi perangkat elektronik yang berhubungan dengan telekomunikasi seperti handset, kartu SIM CARD, kartu voucher prabayar, aksesoris, komputer, dan segala jenis gadget elektronik.

Perusahaan yang dibangun pada tahun 8 Oktober 1996 cukup aggresive dalam membangun bisnisnya dengan melakukan berbagai sinergi untuk meningkatkan penjualan, yaitu :

  • membuka berbagai channel distribusi baru
  • kerja sama dengan berbagai perusahaan perangkat keras, dan
  • kerja sama dengan berbagai operator telekomunikasi.

Di akhir tahun 2011, Erajaya menjadi perusahaan terbuka dan membangun delapan outlet dengan nama Erafone Megastore.

Pada Agustus 2012, melalui anak perusahaannya, Erajaya mengakuisisi iBox yang merupakan perusahaan ritel untuk produk Apple di Indonesia. Pada tahun ini pula Erajaya meluncurkan situs e-commerce bernama erafone.com.

Pada Juni 2013, Erajaya Group telah mengoperasikan cukup banyak pusat distribusi dan pusat ritel di beberapa provinsi di Indonesia.   Kerjasama yang dibangun di antaranya adalah dengan banyak perusahaan perangkat keras (Komputer dan Gadged) dan dengan berbagai operator telekomunikasi Indonesia untuk mendistribusikan produk-produk mereka.

Pada 15 November 2014, Erajaya Group melalui anak usaha,  menjadi distributor dan importir telepon seluler asal Tiongkok, Xiaomi. 

Dunia digital yang sedang digalakkan di Indonesia menjadi pendorong permintaan perangkat elektronik yang berhubungan dengan telekomunikasi menjadi tinggi. Apalagi penetrasi penggunaan produk-produk komputer dan smartphone yang masih rendah di Indonesia menjadikan bisnis ini menjadi menarik di masa yang akan datang.

2. Konsistensi Kinerja Meningkat

Sejak tahun tahun 2014, kinerja usaha ERAA menunjukkan peningkatan dari berbagai sisi. Mulai dari peningkatan revenue, peningkatan laba kotor, peningkatan laba usaha, peningkatan laba bersih, peningkatan aset dan peningkatan equitas. Hal ini menunjukkan bahwa secara bisnis, perusahaan ini terus bertumbuh setiap tahunnya. Histori Kinerja nya bisa dilihat pada tabel di bawah.

Tabel Kinerja ERAA tahun 2013-2016

Tabel_Funda_ERAA

Hal yang menarik bagi saya untuk ERAA adalah :

  • Kenaikan revenue
  • Kenaikan laba walau mencatat net margin yang kecil

a. Kenaikan Revenue

Bagi saya, peningkatan penjualan (revenue) mengindikasikan bahwa market demand untuk ERAA terus bertumbuh. Ini menandakan bahwa dalam jangka waktu tersebut, tahun 2014-2016, permintaan pasar ERAA masih tinggi walaupun banyak tantangan di tengah persaingan bisnis retail. Beberapa tantangan yang bisa saya catat antara lain :

  • Ketatnya persaingan di retail konvensional (offline) yang menjual HP, asesoris dan pulsa
  • Mulai maraknya bisnis online shopping yang menjual HP, asesoris dan pulsa
  • Kenaikan nilai tukar dollar

Ketatnya persaingan baik di retail offline maupun online, secara langsung akan berdampak pada penurunan permintaan pada gerai atau toko Erajaya baik yang offline maupun online. Tetapi hal ini tidak tampak pada laporan keuangan, malah sebaliknya penjualan Eraa pada tahun-tahun itu malah meningkat. Hal ini menurut saya bisa jadi dikarenakan :

  • permintaan pasar yang masih sangat besar sehingga ERAA masih mendapat porsi kenaikannya
  • toko ERAA baik offline maupun online memberikan penawaran yang menarik kepada konsumen sehingga masih bisa bersaing dan menjadi pilihan bagi calon konsumen
  • toko-toko yang lain baik offline maupun online, membeli produknya dari ERAA karena ERAA adalah pemegang hak distribusi beberapa merek perangkat keras. Sehingga penjulan ERAA tetap naik walaupun dengan margin yang kecil sebagai distributor.

Kenaikan nilai tukar Dollar terhadap rupiah menjadi sentimen negatif terhadap kinerja ERAA. Sebagian besar produk yang dijual ERAA adalah produk-produk import, sehingga kenaikan dollar berdampak kepada kenaikan biaya produksi. Strategi yang bisa digunakan untuk mengatasi ini adalah :

  • mempertahankan margin keuntungan dengan menaikkan harga jual. Resiko terbesar dari kenaikan harga jual adalah masalah daya beli masyarakat. Sehingga dengan kenaikan harga, maka akan semakin sedikit masyarakat yang tertarik membeli dan tentunya akan mengurangi volume penjualan.
  • menurunkan margin keuntungan dengan mempertahankan harga jual. Resiko strategi ini adalah margin yang semakin rendah sehingga membuat potensi kenaikan laba menjadi rendah. Tetapi kenyataannya, walaupun margin rendah tetapi laba bersih perusahaan tetap meningkat. Hal ini dikarenakan strategi penentuan harga yang tepat oleh ERAA sehingga permintaan masyarakat terhadap produk-produk nya semakin tinggi. Walaupun margin rendah tetapi volume penjualan semakin tinggi sehingga laba bersih perusahaan tetap terjaga dan meningkat.

b. Mencatat Kenaikan Laba Walau Mencatat Net Margin yang Kecil

ERAA mencatat Gross Margin  dan net profit margin yang relatif kecil, dimana gross margin rata-rata 7.9%-8.9% dan net profit margin 1.13%-1.46%. Angka ini jauh di bawah rasio perusahaan atau retail lain.

Bagi saya, ini adalah hal yang wajar mengingat bisnisnya adalah perdagangan yang mengandalkan besaran volume penjualan. Dengan peningkatan volume penjualan, margin yang kecil ternyata masih bisa meningkatkan laba usaha dan laba bersih perusahaan. Peningkatan laba bersih tercermin dari tahun 2015 dan dan 2016 dengan EPS masing-masing sebesar 77/saham dan 87/saham lebih tinggi dari tahun 2014 yang sebesar 72/saham.

Hal ini menunjukkan strategi peningkatan volume penjualan ERAA sangat berhasil, walau dengan margin yang kecil masih tetap meningkatkan laba perusahaan.

3. Valuasi Masih Murah

Bagaimana valuasi ERAA ketika tahun 2016? Pada akhir 2016, ERAA diperdagangkan pada harga Rp 600 per lembar setara dengan rasio PER 6.6x dan PBV 0.5x. Secara Historical, rasio PER dan PBV ERAA pada saat itu mencapai nilai sangat rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Histori perkembagan rasio PER dan PBV ERAA bisa dilihat pada grafik berikut.

Grafik Rasio Histotical PER dan PBV ERAA

Grafik_PER_PBV_ERAA

Dari rasio PER dan PBV di atas, jelas bahwa valuasi ERAA cukup murah, karena masih jauh lebih rendah dibanding rata-rata PERnya sebesar 12.8x dan rata-rata PBVnya sebesar 1.4x. Artinya secara kasat mata, harga ERAA saat itu terdiskon hampir 50% atau memiliki harga wajar di sekitar 1200 (setara dengan PBV=1).

Berikut Perhitungan valuasi saya secara kasar merujuk pada data akhir 2016 :

Harga wajar = (Harga saat ini) x (Rata-rata PER) / (PER saat ini )

Harga wajar = (600) x (12.8) / (6.6) = 1164.

Dari perhitungan kasar di atas, saya merasa cukup percaya diri untuk HOLD ERAA yang kala itu masih nyangkut di harga 850an. Dengan diskon yang masih cukup besar, saya melakukan beberapa kali akumulasi untuk melakukan average down sehingga mencapai rata-rata modal di 832.

RENCANA PORTO ERAA di MASA DEPAN

Sisa lot ERAA dalam porto saya adalah cuan atau profit hasil taking profit sebelumnya. Ini yang membuat saya tidak terlalu perduli terhadap naik turunnya harga sahamnya. Yang saya perdulikan sekarang adalah bagaimana prospek ke depan ERAA, apakah akan tetap tumbuh, atau stagnan atau malah menurun perkembangannya.

Menurut saya, tahun 2018 adalah titik awal mulainya pertumbuhan bisnis ERAA. Mengapa saya mengatakan demikian, beberapa alasan adalah :

a. Kenaikan laba yang luar biasa pada Quartal 1 tahun 2018.

Kenaikan laba quartal 1 2018 tidak seperti biasanya. Rata-rata pertumbuhan laba ERAA berkisar antara 10%-15%, tetapi pada quartal 1 mencatat kenaikan lebih dari 300% dari periode sama tahun sebelumnya. Pada Quartal 1 2017 mencatat EPS sebesar Rp 22 per saham, ternyata pada Quartal 1 2018 mencatat Rp 70 per saham. Sungguh kenaikan yang fantastik.

Kenaikan yang diluar kebiasaan ini menjadi pertanyaan saya, apakah ini adalah fenomena insidensial atau sebuah trend baru pertumbuhan usaha. Apabila ini adalah kenaikan insidensial maka anggap sebagai bonus quartalan, dan apabila ini adalah trend baru pertumbuhan maka ini bisa menjadi titik awal dalam pertumbuhan bisnis ERAA.

Untuk memastikan itu semua, saya perlu menunggu konfirmasi pertumbuhan laba mininal setelah release Laporan Keuangan Quartal 2.

b. Aksi Korporasi berupa Private Placement

ERAA telah melakukan aksi korporasi pada awal tahun 2018 dengan melakukan private placement untuk menambah modal perseroan. Penambahan modal ini untuk menunjang rencana ekspansi bisnis yang akan dimulai pada tahun 2018 ini. Xiaomi, produsen perangkat keras asal Tiongkok adalah pihak yang menambah modal dalam aksi korporasi dengan membeli 10% saham ERAA.

Keberadaan Xiaomi dalam manajemen ERAA menjadi sentimen positif karena bisa menjadi sinergi dalam meningkatkan penjualan produk-produk Xiaomi di Indonesia melalui jalur distribusi ERAA.

Bagaimana hasil sinergi ini terhadap kinerja ERAA selanjutnya? Tinggal kita pantau perkembangannya melalui laporan keuangan pada Quartal-Quartal selanjutnya.

c. Rencana Membuka 250 outlet baru di kota-kota skunder

ERAA melakukan rencana bisnis yang sangat ekspansive dengan membuka 250 outlet baru di kota-kota skunder. Pembukaan outlet baru tentu akan mendorong peningkatan revenue apalagi dalam jumlah yang sangat besar. Pemilihan kota-kota skunder juga menjadi sangat menarik karena di samping karena biaya pembukaan lebih murah juga tingkat penetrasi smartphone di wilayah-wilayah tersebut masih tergolong lebih rendah dibanding kota-kota besar.

Efek dari pembukaan outlet baru terhadap Laba Usaha dan laba bersih ERAA sepertinya baru bisa dirasakan pada tahun-tahun ke depannya. Pembukaan outlet baru biasanya membutuhkan biaya investasi yang besar dan membutuhkan waktu untuk menuai hasilnya.

Apakah ini menjadi awal pertumbuhan ERAA selanjutnya? Tinggal kita pantau perkembangan selanjutnya.

d. Target yang Optimis dari para Analis Skuritas

Perkembangan kinerja dan rencana ekpansi ERAA, membuat analis dari berbagai skuritas mematok target harga yang lumayan tinggi. Ada yang merekomendasikan BUY dengan target 2800, ada yang memasang target 3200 atau 3400 bahkan ada yang memasang target 4000 per saham.

Analisa dari para analis di atas, membuat saya optimis untuk tetap HOLD saham ERAA dengan tetap memantau perkembangan kinerja nya.

e. Perhitungan Sendiri untuk Valuasi ERAA terbaru 

Dalam perhitungan saya, pada Quartal ke 1 2018, ERAA mencatat EPS sebesar Rp 70 per lembar saham. Dengan melakukan justifikasi setelah aksi korporasi penambahan modal 10%, maka EPS tersebut setara dengan EPS sebesar Rp 64 per lembar saham.

Apabila saya melakukan prediksi dengan metode annualized, maka saya perkirakan EPS ERAA pada tahun 2018 ini adalah sebesar = (Rp 64) * (4 quartal) = Rp 256 per lembar saham. Dengan harga saham ERAA per tanggal 19 Juni 2018 sebesar 2800 per saham, maka setara dengan PER sebesar 10.9x.

Sebagai perbandingan, TELE adalah salah satu emiten yang memiliki bisnis relatif sama dengan ERAA. TELE biasa diperdagangkan pada PER 15x. Apabila saya menggunakan patokan PER 15x untuk ERAA, tentu adalah suatu pertimbangan yang wajar.

Sehingga perhitungan saya untuk target harga wajar ERAA adalah pada PER 15x yaitu :

Harga Wajar = (EPS)  x  (PER wajar)

Harga Wajar = (Rp 256) x 15 = Rp 3840 per saham.

Bagaimanapun juga hitungan di atas adalah hanya prediksi. Saya melakukan prediksi dari 2 sisi yaitu prediksi terhadap nilai PER Wajar dan Prediksi terhadap nilai EPS ERAA tahun 2018.

Nilai PER sangat dipengaruhi oleh emosi market sedangkan nilai EPS sangat dipengaruhi oleh kinerja perusahaan yang bisa kita lihat perkembangannya sampai akhir tahun ini. Apakah prediksi saya akan tepat? Entah lah….

Prediksi hanya sebagai bahan pegangan saya untuk melakukan langkah selanjutnya terhadap ERAA. Apakah saya akan melakukan take profit secara bertahap atau tetap menunggu perkembangan ERAA selanjutnya…

PENUTUP

ERAA menjadi saham paling fenomental dalam porto saya, selain memiliki porsi yang besar juga mencatat kenaikan profit paling fantastik  dibanding saham lain. Dari semua itu, yang paling berkesan adalah ERAA menjadi saham yang sudah lama “nyangkut” di porto dan akhirnya bangkit. Kesabaran membuahkan hasil yang manis.

Pembelajaran dari strategi saya untuk ERAA adalah :

  • apabila kita yakin dengan suatu saham dilihat dari prospek bisnis, kinerja keuangan, dan valuasi harganya. Sebaiknya kita fokus ke saham tersebut. Apabila harga turun, maka itu adalah kesempatan untuk melakukan akumulasi yang akan menurunkan harga modal kita (average down).
  • menjual sebagian untuk menyelamatkan cuan bisa menjadi strategi yang ampuh karena akan mengurangi dampak psikologis dari naik turunnya harga saham. Tetapi strategi ini juga berpotensi mengurangi peluang profit yang lebih besar apabila harga saham kembali naik lagi.
  • penentuan target harga sebaiknya dilandasi berdasarkan perkembangan kinerja perusahaan bukan berdasarkan berapa persen (%) profit yang akan saya dapatkan atau rumor yang beredar atau bertepatan dengan aksi korporasi tertentu (misal : jadwal cum date, jadwal private placement, dsb).
  • tetap yakin terhadap saham pilihan dan sabar menunggu cuan datang. Dan kesabaranpun akan berbuah manis.

Demikian pengalaman saya dalam berinvestasi di saham ERAA. Semoga menjadi pelajaran untuk saham-saham yang lainnya. Mengingat masih banyak saham-saham saya di porto yang masih mencatat hasil merah.

Tetap semangat untuk investasi secara nyaman

Salam

Sidoarjo, 20 Juni 2018

 

TSu Priyadi

tsp_adi@yahoo.com

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s