Mencoba Memahami Strategi Investasi John Templeton

PENDAHULUAN

Dalam tulisan sebelumnya, saya mencoba merangkum Strategi Berburu Saham Murah ala John Templeton seperti dalam buku “The Great Investor” karangan Glen Arnold, dialihbahasakan oleh Irianto Kurniawan yang diterbitkan oleh PT. Alex Media Komputindo tahun 2013. Dalam berinvestasi ala John Templeton, faktor Berburu Saham Murah bukan satu-satunya faktor yang dipertimbangkan. Faktor lain yang juga sangat penting adalah a) diversifikasi, b) kesadaran akan politik, ekonomi dan sosial, serta c) masalah keyakinan dan sifat setiap investor.

Secara garis besar, faktor yang sangat dpertimbangkan oleh John Templeton dalam investasi seperti digambarkan pada bagan di bawah.

Bagan. Strategi Investasi ala John Templeton

Investasi_ala_Templeton

STRATEGI INVESTASI JOHN TEMPLETON

Memburu Saham Murah

Ringkasan tentang memburu Saham Murah bisa dibaca pada tulisan sebelumnya (Mencoba Memahami Cara “Berburu Saham Murah” Ala John Templeton).

Secara garis besar, strategi berburu saham murah antara lain :

  • Jangan mengikuti banyak orang
  • Beli saat orang lain menjual dan jual saat orang lain membeli
  • Mengambil pandangan jangka panjang
  • Melakukan penelitian sendiri

Diversifikasi

Menurut Templeton, orang-orang yang seharusnya tidak melakukan diversifikasi adalah mereka yang bisa mengambil keputusan secara benar 100% setiap saat. Meski kita sangat hati-hati dalam memilih saham, kita tidak bisa memprediksi masa depan. Segelintir investor hanya bisa benar lebih dari dua-pertiga. Sebagai pedoman, setiap investor harus memiliki sedikitnya sepuluh saham. Bagi mereka yang menjalankan portofolio bernilai multijutaan dollar harus memiliki lebih banyak lagi.

Kesadaran Politik, Ekonomi, dan Sosial

Templeton menghabiskan banyak sekali waktu untuk berusaha memahami dinamika politik, ekonomi dan sosial suatu negara. Hal ini perlu dipertimbangkan oleh investor ketika memperkirakan pendapatan masa depan dan resiko suatu perusahaan.

Perhatian Templeton terhadap kondisi politik, ekonomi dan sosial suatu negara sangat dimaklumi karena Templeton sangat terkenal dengan pendekatan investasi Global. Selama tujuh dekade, ia mencari saham-saham sangat murah di dunia.

Keyakinan dan Sifat

Templeton menyatakan bahwa ketujuh karakter yang ditunjukan pada bagan di atas, bisa dimiliki oleh orang yang sangat berbakat

Spiritualitas dan Doa

Ia percaya bahwa etika tinggi dan prinsip-prinsip religius menjadi dasar kesuksesan dan kebahagiaan di berbagai bidang kehidupan. Kehidupan doa nya memberinya kejernihan pikiran dan kedalaman pandangan yang menentukan keberhasilannya.

Fleksibilitas

Penting untuk tetap fleksibel dan berpikiran terbuka, mengenai berbagai tipe investasi yang mungkin dimasukkan dalam portofolio kita. Tidak ada satupun saham yang selalu berkinerja terbaik. Ada masa baik membeli obligasi, ada masa baik membeli saham blue chip, atau perusahaan siklus ataupun investasi-investasi lainnya. Dan tetaplah berfikiran fleksibel bahwa ada masa-masa yang mengharuskan kita menyimpan uang tunai. Memegang uang tunai memungkinkan kita meraih keuntungan dari peluang investasi.

Kesabaran

Membeli saham dengan pandangan jangka panjang membutuhkan kesabaran, karena sering kali diperlukan waktu cukup lama untuk mengejar dan menilai kembali apa yang dibeli. Saham-saham ini bisa saja terus diabaikan selama beberapa tahun.

Membeli sesuatu yang belum dianggap penting oleh orang lain berarti menunggu sampai prospek jangka pendeknya membaik. Ketika pendapatan jangka pendek mulai mengurangi daya tarik ini, perhatiannya kurang fokus pada pendapatan jangka panjang.

Templeton mengajarkan kita untuk menerima masa-masa buruk. Tetap meyakini metode kita, jika kita telah mengerjakan tugas maka akhirnya kita akan merayakan kemenangan ketika pasar mulai mengenali nilai dari saham-saham pilihan kita yang sebelumnya diabaikan. Jangan beralih ke saham-saham yang paling diminati saat ini. Jika alasan dan analisa kita bagus, pembelian saham-saham murah menghasilkan sesuatu yang lebih baik dalam jangka panjang.

Jaringan Pertemanan yang Luas

Templeton adalah orang yang suka berteman dan ia membangun jaringan pertemanan yang luas. Banyak dari teman-temannya yang mengetahui lebih banyak tentang sebuah industri atau sebuah negara dan ia dapat menghubungi mereka jika ia ingin mengetahui tentang sesuatu. Mereka sangat membantu dalam memilih investasi.

Penguasaan Pikiran

Penting bagi setiap manusia untuk lebih memperhatikan apa yang ada di dalam pikirannya. Teknik pribadinya dalam penguasaan pikiran membuatnya mampu untuk berkonsentrasi, bertekun dan bekerja keras. Ia menganggap disiplin ini mampu dilakukan setiap orang. Ia menyarankan metode crowding out yaitu hanya memikirkan pikiran-pikiran yang positif dan produktif. Dengan cara ini, tidak ada ruang lagi dalam pikiran kita untuk memikirkan hal lainnya.

Berpikiran Positif

Kegagalan bukan sebuah kekalahan, namun sebuah kesempatan untuk belajar. Bahkan Templeton yang sangat sukses pun mengalami puluhan usaha bisnisnya yang gagal sepanjang hidupnya. Orang-orang yang benar-benar sukses, belajar dari kesalahan sendiri dan kesalahan orang lain.

Berusahalah agar tidak terlalu sering merasa takut atau berpikiran negatif. Selama satu abad terakhir, mereka yang merasa optimis terhadap kondisi ekonomi dan saham telah menjadi pemenangnya. Meskipun akan ada kecenderungan menurun, bahkan keruntuhan, saham-saham akan naik kembali seiring berjalannya waktu. Sesungguhnya, karena dunia menjadi terintegrasi dan terdapat kebebasan yang lebih besar, perusahaan-perusahaan lebih cenderung berkembang.

Kesederhanaan

Kesederhanaan tidak berarti kebodohan atau ketidaktahuan. Ini berarti fokus pada esensi tentang sebuah industri atau perusahaan setelah mengumpulkan dan mengolah informasi secara menyeluruh. Buatlah daftar kekuatan dan kelemahan secara jelas dan sederhana. Jangan membuatnya terlalu rumit. Hindari formula matematis dan jangan mencari setiap detail informasi tentang setiap perusahaan, melainkan carilah prinsip-prinsip dasarnya saja.

Kesederhanaan telah menjadi bagian dari kehidupan pribadi Templeton. Mulai dari menggunakan sebuah kantor di atas toko pangkas rambutketika ia menjadi multijutawan hingga untuk menjelajahi dunia sepanjang hidupnya.

KESULITAN DAN KELEMAHAN PENDEKATAN TEMPLETON

Tidak mudah menjadi pengikut Templeton. Inilah beberapa masalahnya :

  • Membutuhkan waktu dan intelektual untuk memperoleh pengetahuan yang cukup mengenai begitu banyak perusahaan.
  • Tidak semua dari kita memiliki kemampuan bersosialisasi, posisi dalam masyarakat atau lamanya karier investasi untuk mengembangkan jaringan pertemanan profesional yang luas.
  • Disiplin luar biasa yang dikembangkan Templeton adalah sesuatu yang diinginkan sebagian dari kita, namun sulit dilakukan karena kita memiliki prioritas lain dalam hidup.

PENUTUP

Demikian rangkuman dari strategi Investasi John Templeton yang saya cuplik dari buku The Great Investor. Semoga menjadi perbendaharaan kita dalam investasi khususnya di pasar modal.

Selamat ber investasi

Cibinong, 16 November 2017

 

TSu Priyadi

tsp_adi@yahoo.com

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s