Mencoba Memahami Cara “Berburu Saham Murah” Ala John Templeton

PENDAHULUAN

Tulisan saya sebagai rangkuman dari pemahaman saya tentang Berburu Saham Murah yang diterapkan oleh Jonh Templeton. Cara Investasi John Templeton saya dapatkan dari buku “The Great Investors : Belajar Invetasi dari Para Pakar Trading” karangan Glen Arnold, dialihbahasakan oleh Irianto Kurniawan yang diterbitkan oleh PT. Alex Media Komputindo tahun 2013. Pembahasan Berburu Saham Murah tertuang pada halaman 226-241.

John Templeton dikenal luas sebagai tokoh terkemuka pendekatan investasi nilai global. Semenjak ia di yayasan Templeton Growth Fund dari tahun 1954 sampai dengan 1992 ia mendapatkan keuntungan rata-rata tahunan sebesar 14,5%.

Selama tujuh dekade, ia mencari saham-saham sangat murah di dunia. Disini saya tidak mencoba merangkum strategi nya dalam berinvestasi di luar Amerika tetapi lebih ke strategi dia dalam berburu saham murah. Semoga rangkuman ini membantu kita dalam berinvestasi di saham murah.

John Templeton menilai saham murah seperti halnya pelelangan pertanian. Pelajaran yang diterima Templeton pada masa kanak-kanak adalah bahwa pertanian dapat dibeli dengan murah hanya karena tidak ada pembeli yang berminat bukan karena tidak bernilai bagus sehingga dapat mudah ditransfer ke pasar keuangan.

BERBURU SAHAM MURAH

Sejumlah faktor yang dipertimbangkan John Templeton ketika berburu saham murah bisa disebutkan (The Great Investor, halaman 226), antara lain :

  • Jangan Ikuti Banyak Orang
  • Beli Saat Orang Lain Menjual dan Jual Saat Orang Lain Membeli
  • Mengambil Pandangan Jangka Panjang
  • Melakukan Penelitian

Jangan Ikuti Banyak Orang

Templeton mengembangkan kemampuan untuk melihat investasi dengan cara yang berbeda dengan investor lainnya. Entah itu investasi di negara berbeda, dengan jangka waktu yang berbeda, menggunakan metode yang berbeda, atau dengan tingkat optimisme yang berbeda.

Para pemburu saham murah berpikiran independen dan yakin dengan penilaian mereka sendiri. Menurutnya, kegiatan memilih saham adalah satu-satunya aktifitas yang tidak melibatkan nasihat para ahli dalam melakukannya. Jika kebanyakan orang menyukai suatu saham tertentu, saham itu tidak akan dihargai murah.

Bagi Templeton, rekomendasi dari para pialang tidak bisa dipercaya sebagai panduan untuk membeli saham-saham murah. Jika seorang pialang merekomendasikan sebuah saham, maka ia mungkin telah merekomendasikan kepada ratusan orang lainnya, jadi saham itu tidak akan semurah munkgin seperti yang anda akan temukan.

Tentang Penawaran Umum Perdana (IPO), ketika banyak orang sering kali menjadi gembira adanya IPO, Templeton tidak. Ia berfikir, ketika menemukan Saham IPO yang murah, hal terbaik adalah menunggu hingga orang-orang tersebut tidak berminat lagi atau kecewa. Dan dia bisa memilih saham tersebut dengan harga yang lebih baik. Hanya ada segelintir saham murah di dalam IPO.

Beli Saat Orang Lain Menjual dan Jual Saat Orang Lain Membeli

Salah satu moto Templeton yang paling terkenal adalah “membeli ketika yang lainnya cepat-cepat menjual dan juallah ketika yang lain keranjingan membeli”. Kebijakan ini mungkin membutuhkan kesabaran yang besar, namun hasilnya sangat pantas.

Templeton mengurus sebuah “daftar keinginan” (watchlist) yang berisikan perusahaan bagus, dengan prospek cerah dan manajer yang baik, namun harga sahamnya tinggi; karenanya ia tidak dapat membelinya secara langsung, melainkan ia harus menunggu. Ketika pasar mengalami penurunan, ia bisa memilih beberapa saham ketiga harga-harga saham masuk ke kategori murah.

Sebuah saham menjadi sangat murah karena orang lain menjual. Untuk memperoleh harga sangat murah, anda harus mencari di mana umumnya investor paling merasa takut dan pesimis.

Templeton menggambarkan dirinya sendiri sebagai seorang “akomodator” bukannya seorang yang berseberangan. Ketika para investor tamak yang kegirangan muncul untuk membeli ketika pasar bullish memasuki masa puncaknya, ia mengakomodasi mereka dengan menjual saham-saham yang dimilikinya. Ketika para investor yang menjual saham-sahamnya dengan harga yang sangat murah, ia mengakomodasi mereka  dengan membeli saham-saham tersebut.

Mengambil Pandangan Jangka Panjang

Templepon umumnya berfokus pada kinerja sebuah perusahaan dalam jangka waktu 2 sampai 5 tahun berikutnya. Kebanyakan para trader saham hanya melihat jangka pendek, bagaimana pendapatannya bulan depan atau tahun depan.

Dalam fokus nilai perusahaan secara jangka panjang, anda memiliki perspektif yang lebih baik dibandingkan para trader lainnya di pasar. Jenis pertanyaan yang harus dijawab antara lain :

  • apa yang membuat perusahaan ini memiliki keuntungan kompetitif ?
  • apakah perusahaan mampu mempertahankan kekuatan pendapatannya dalam jangka waktu panjang, dalam masa buruk maupun baik?
  • apakah kualitas brand-nya memberi kekuatan harga yang bertahan lama?

Untuk menentukan “nilai”, Templeton menyatakan bahwa dirinya berusaha mempertimbangkan perkiraan terbaiknya dalam masa lima tahun ke depan. Ia tidak membayar lebih dari lima kali nilai saham itu.

Ia menyatakan pada kita untuk tidak berspekulasi tapi berinvestasi. Bursa saham sebaiknya tidak dilihat sebagai sebuah kasino, karena bursa saham mempunyai tujuan yang lebih penting.

Lucien O. Horper, seorang legenda wall Street mengatakan : “Yang selalu mengesankan saya,” tulisnya “adalah betapa lebih baiknya pemilik saham jangka panjang yang bersikap santai dengan portofolio mereka dibandingkan para trader dengan inventaris yang berubab-ubah. Investor yang yang bersikap santai umumnya berwawasan lebih baik dan lebih memahami nilai-nilai yang esensial, lebih sabar dan tidak emosian, membayar pajak perolehan tahunan yang lebih kecil dan tidak mendatangkan komisi broker yang tidak diperlukan”.

Ketika ditanya soal pendapatnya mengenai perkiraan pergerakan bursa saham untuk bulan depan, ia menyatakan bahwa tidak ada seorangpun yang bisa menilai pergerakan pasar termasuk dirinya. Dalam kerangka jangka pendek, harga-harga saham sangat dipengaruhi oleh emosi, kegembiraan atau kesuraman.

Melakukan Penelitian

Penting untuk melakukan penelitian sendiri, bahwa anda menyelidiki sebelum berinvestasi. Memahami faktor-faktor yang membuat sebuah perusahaan berhasil adalah hal yang penting.

  • bagaimana perusahaan itu berjalan?
  • bagaimana kinerjanya dari waktu ke waktu?
  • bagaimana kinerja tersebut dibandingkan kinerja pesaingnya?
  • apa yang medorong aktifitas penjualannya?
  • tekanan seperti apa yang mungkin menghalangi pertumbuhan penjualan?

Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam ini, anda dapat meningkatkan kecermatan anda dalam menilai mengapa perusahaan tersebut saat ini tidak diminati dan apakah kondisi buruk ini bersifat sementara atau perusahaan malah akan bangkrut.

Ia akan menghabiskan waktu sebanyak mungkin untuk mempelajari sebuah industri, posisi kompetiif perusahaan terkait, dan kualitas personel manajemennya. Ia suka mencari penggerak utama nilai industri tertentu, misal jika industrinya pertambangan, maka penggeraknya adalah cadangannya dan jika industrinya ritel, maka penggeraknya adalah keuntungan dan kekuatan kompetitifnya.

Ketika meneliti sebuah perusahaan, ia akan meghabiskan waktu yang sama banyaknya untuk meneliti pesaing perusahaan itu. Malah, informasi yang paling baik adalah berasal dari para pesaingnya daripada langsung dari perusahaan itu sendiri.

Beberapa faktor kunci yang digunakan Templeton dalam memilih saham, antara lain :

  • Riwayat harga terhadap pendapatan (price-earning record). Pendapatan di tahun sebelumnya kurang menarik dibandingka dengan pendapatan lima sampai sepuluh tahun ke depan. Cari saham yang dihargai realtif sangat rendah terhadap prospek pendapatan jangka panjangnya.
  • Keuntungan kompetitif. Apakah perusahaan memilih keuntungan kompetitif yang tidak dapat ditiru oleh perusahaan lain? Apakah merupakan produsen berbiaya rendah? ataukan merupakan pemimpin terdepan dalam teknologi? atau apakah mempunyai brand yang paling kuat?
  • Margin keuntungan atau penjualan. Ia mencari perusahaan-perusahaan yang memiliki margin keuntungan yang paling besar dan paling cepat peningkatannya.
  • Rasio harga terhadap nilai buku (rasio P/B). Jika rasio ini kurang dari satu, maka aset bersih perusahaan lebih besar dari harga yang dibayarkan. Ini dapat menjadi saham yang sangat murah.
  • Rencana jangka panjang dari para eksekutif senior. Mencari informasi untuk mengetahui rencana eksekutif puncak di masa depan.
  • Saham pasar. Posisi yang kuat sering kali menghasilkan kekuatan pendapatan yang besar.
  • Apakah dikapitalisasi dengan baik? Apakah ada modal ekuitas yang cukup? Modal ekuitas yang terlalu kecil bisa berarti hutang yang berlebihan dan resiko yang besar atau pertumbuhan yang terbatas.
  • Pengembalian modal yang digunakan. Angka yang tinggi berarti ada uang tambahan yang digunakan dalam bisnis, contoh laba yang ditahan, mungkin akan menghasilkan nilai pemegang saham yang tinggi.
  • Harga saham terhadap rasio penjualan. Angka yang rendah mengindikasikan bahwa pasar tidak memungkinkan meningkatnya potensi margin keuntungan atas penjualan.
  • Harga saham terhadap kelipatan arus kas. Kelipatan yang rendah sering kali pertanda penilaian harga yang terlalu kecil.
  • Harga saham terhadap nilai likuiditas. Ada banyak cara untuk menigkatkan nilai bagi para pemegang saham jika asetnya dihargai rendah, dan tidak hanya dilakukan pengambilalihan.

Ketika ditanya apakah ia menggunakan analisa teknik (grafik harga atau volume), ia menjawab bahwa ia menggunakannya namun hanya sebagai pelengkap dan ia tidak menemukan banyak hal yang layak untuk dipelajari dalam analisa teknik.

PENUTUP

Demikian sedikit rangkuman dari cara investasi salah satu “Great Investor” John Templeton, yang saya kutip dari buku Karangan Glen Arnold. Semoga rangkuman ini menjadi tambahan referensi dari metode-metode yang lain.

Dalam berinvestasi ala John Templeton, faktor Berburu Saham Murah bukan satu-satunya faktor yang dipertimbangkan. Faktor lain yang juga sangat penting adalah a) diversifikasi, b) kesadaran akan politik, ekonomi dan sosial, serta c) masalah keyakinan dan sifat setiap investor.

Untuk saat ini, bagi saya sendiri, Pekerjaan Rumah saya adalah bagaimana saya bisa Berburu Saham Murah serta memiliki keyakinan dan sifat diri dalam berinvestasi.

Semoga kita bisa meneladi strategi investasi yang telah dicontohkan oleh investor-investor yang telah terbukti sukses dalam investasi.

Salam

Cibinong, 19 Oktober 2017

 

TSu Priyadi

tsp_adi@yahoo.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Satu respons untuk “Mencoba Memahami Cara “Berburu Saham Murah” Ala John Templeton

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s