PER Berkorelasi dengan Harga Saham (Analisa Korelasi 2)

Setelah sebelumnya saya membahas Korelasi antara EPS dan Harga Saham ( Eksplorasi Hubungan EPS dan Harga Saham (Analisa Korelasi 1) ), pada tulisan ini saya coba membahas Saham dengan Pola PER yang berkorelasi dengan Harga Saham. Anggap saja tulisan ini sebagai Analisa Korelasi Bagian 2.

PER Berkorelasi dengan Harga

PER (Price Earning Ratio) merupakan salah satu indikator yang sering digunakan oleh analis untuk menilai kewajaransaham yang bersangkutan. Pendekatan ini mendasarkan atas  ratio antara harga saham per lembar yang berlaku di pasar modal dengan tingkat keuntungan bersih yang tersedia bagi pemegang saham.

Dalam beberapa penelitian mahasiswa, disimpulkan bahwa terdapat sekelompok saham yang mengindikasikan PER memiliki korelasi/berpengaruh terhadap harga saham.( Korelasi Linier EPS, PER dan Harga Saham ).  Artinya semakin tinggi nilai PER maka semakin tinggi harga sahamnya.

Dalam kesempatan ini saya mencoba membahas tentang PER sesuai kemampuan dan pemahaman saya sebagai seorang yang menyukai pola-pola data historical.  Pola historical PER bila berkorelasi terhadap Harga Saham nya bisa dilihat pada grafik di bawah.

hargakorelasiper

Sama seperti pembahasan pada artikel sebelumnya tentang pola EPS terhadap Harga, PER yang berkorelasi liner dengan harga akan membentuk pola garis lurus yang menanjak. Garis tebal warna merah sebagai nilai teori harga (harga wajar) sementara titik-titik harga yang menyebar di atas atau di bawah garis tersebut sebagai keragaman (fluktuasi harganya). Jadi harga wajar dari suatu saham adalah harganya berada tepat pada garis dari fungsi yang terbentuk.

Kombinasi Kejadian Perubahan PER, EPS dan Harga

Untuk memudahkan pemahaman, saya akan menggambarkan skenario yang mungkin terjadi terhadap PER, EPS dan Harga Saham degan mengacu pada rumus PER = Harga/EPS. Apabila PER berkorelasi dengan Harga, dengan mengacu rumus tersebut maka kombinasi yang mungkin terjadi adalah :

  1. PER naik, harga naik, EPS tetap
  2. PER naik lebih besar, harga naik lebih besar, EPS naik
  3. PER naik, harga naik, EPS turun
  4. PER tetap, harga tetap, EPS tetap
  5. PER turun, harga turun, EPS turun
  6. PER turun lebih besar, harga turun lebih besar, EPS naik
  7. PER turun, harga turun, EPS naik

Dalam berinvestasi tentu saja harapan kita adalah harga saham akan naik, dan itu terlihat pada kombinasi 1) 2) dan 3). Dari ketiga kombinasi tersebut, ternyata kombinasi ke 2) memberikan hasil yang sangat signifikan. Dimana bila EPS naik maka PER naik lebih besar dan Harga Saham akan Naik lebih besar juga. Hal ini sesuai dengan kaidah sebelumnya yaitu EPS berkorelasi dengan Harga  atau EPS naik maka Harga akan naik.

Dari penjelasan tersebut, maka kunci utama untuk mencari saham potensial adalah :

  • mencari saham dengan EPS yang akan naik dan
  • saham tersebut mempunyai pola PER yang berkorelasi dengan Harga.

Salah satu contoh saham yang memiliki pola ini adalah UNVR. Pola hubungan PER dan Harga UNVR bisa dilihat pada grafik di atas. Dari grafik tersebut bisa disimpulkan bahwa UNVR adalah rule model karena  saham seperti ini akan memberikan double impact terhadap harga sahamnya. Impact tersebut adalah impact karena kenaikan EPS dan impact karena kenaikan PER.

Saham-saham yang memiliki pola ini, seperti UNVR, saya masukkan dalam porto yang saya sebut sebagai Saham Nabung (Kategori B). Karena saya meyakini bahwa pola PER nya akan naik terus, jadi saya membeli saham-saham model ini setiap bulannya tanpa menunggu ada diskon besar atau tidak. Karena saya tidak mau ketinggalan kereta menunggu penurunan valuasi (PER) sementara menurut saya, justru PER nya memiliki pola trend naik.

Apakah saya tidak takut harga kemahalan karena PER sudah tinggi ? Tentu tidak, toh saya menempatkan saham model ini sebagai tabungan long-term. Jadi akumulasi pembelian saya setiap bulan akan meng average harga bulan-bulan sebelumnya yang mungkin saya beli kemahalan. Jadi ini untuk nabung saham, bukan untuk sort-mid-term swing trading, tetapi untuk long-long term investing.

Perhitungan Valuasi Harga Saham Bila Adanya Korelasi PER dan Harga Saham

Seperti dijelaskan pada pembahasan sebelumnya, formula matematis fungsi linier Harga Saham dan EPS adalah :

Harga = Konstanta + Koefisien * EPS dan kita ketahui,

PER = Harga/EPS atau Harga = PER*EPS.

Jadi apakah PER adalah suatu koefisien pada fungsi tersebut. Berapa nilai koefisiennya? Apakah suatu angka (konstanta) atau suatu fungsi?

Dalam beberapa perhitungan valuasi harga, awalnya saya selalu menilai bahwa PER adalah suatu konstanta. Sebagai konstanta, angka yang merepresentasikan nilai PER biasanya kita gunakan nilai Mean PE. Sementara angka yang merepresentasikan keragamannya (fluktuasinya) kita gunakan STD – PE (keragaman bawah) dan STD + PE (keragaman atas).

Dalam pembahasan sebelumnya, nilai Mean dan Std digunakan untuk merepresentasikan single variabel yang tidak berkorelasi dengan variabel lain. Jadi pertanyaannya adalah, bagaimana bila PER adalah suatu fungsi yang memiliki korelasi dengan variabel lain? Dalam kasus PER berkorelasi dengan Harga Saham, mungkin penggunaan Mean PE dan Std PE agak susah diterapkan dalam perhitungan valuasi harga saham nya. Mengapa demikian?

Indikasi Hubungan PER dengan Harga Saham

Faktor apakah yang membuat adanya hubungan Harga Saham dengan PER? Bisa jadi faktor ini dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam mencetak laba, sehingga kita perlu membedah laporan keuangan secara mendetail. Sampai sekarang saya belum punya kemampuan lebih untuk hal itu. Saat ini, saya masih lebih berfokus dengan melihat pola historical data untuk menjelaskan keterkaitan antara PER dan Harga Saham.

Dari eksplorasi pola Harga dan PER, saya melihat bahwa keterkaitan keduanya adalah karena faktor waktu (dalam satuan Quartal). Waktulah yang menjaga PER suatu saham. Artinya kecenderungan PER sekarang dipengaruhi oleh PER quartal sebelumnya. Sehingga bila trend PER cenderung naik, maka dalam waktu ke depan PER juga akan naik. Trend ini seharusnya akan konsisten bila tidak ada rumor tentang perusahaan yang bisa merubah arah trend secara signifikan. Berikut ini gambaran dari pola PER terhadap waktu untuk saham UNVR.

perkorelasiwaktu

Dari pola PER terhadap waktu di atas, terlihat bahwa perubahan waktu memberikan pengaruh/korelasi linier terhadap PER. Dari pola PER tersebut, maka fungsi linier PER terhadap waktu (dalam quartal) bisa diformulasikan sebagai berikut :

PER = Konstanta + Koefisien * Waktu,

Jadi secara sekilas disimpulkan bahwa PER akan cenderung naik seiring berjalannya waktu. Sehingga akan selalu terjadi all time high (ATH) PER setiap tahunnya atau PER selalu mencatatkan nilai tertinggi setiap tahunnya. Dengan selalu naik maka kita akan bertanya kapan nilai Mean PE terjadi? Kapan STD – PE atau STD + PE terjadi?

Cara Menghitung Valuasi

Dari formula matematik di atas kita akan berfikir, dimana nilai Mean PE atau STD PE ? Inilah bedanya bila kita bicara single data dengan data yang berkorelasi (fungsi). Rata-rata atau Mean PE dari suatu fungsi adalah nilai teori dari fungsi tersebut yang biasa dibantu dengan sebuah grafik fungsi. Bila fungsinya linier maka rata-rata adalah sebuah garis lurus. Sedangkan keragaman data atau standard deviasi (STD) nya adalah keragaman yang berfluktuasi diantara garis lurus tersebut. Ada kalanya di atas garis lurus dan di bawah garis lurus.

Setelah mendapatkan rumus PER terhadap waktu, maka fungsi Harga untuk saham jenis ini adalah:

Harga = PER * EPS

Harga = (Konstanta + Koefisien*Waktu) * EPS

Dari fungsi di atas mengindikasikan bahwa dengan kenaikan EPS, maka harga naik dengan sangat signifikan karena ada justifikasi masalah penambahan waktu.  So…saham dengan PER yang memiliki trend naik, kenaikan harganya akan mengalami double impact bila terjadi kenaikan EPS. Yaitu impact karena:

  • impact karena kenaikan EPS (karena EPS berkorelasi dengan Harga) dan
  • impact karena kenaikan PER (karena PER akan naik seiring bertambahnya waktu).

So…. saham-saham dengan karakter PER seperti di atas akan mencatatkan kenaikan harga setiap tahunnya. Jadi wajar bila saham-saham seperti ini akan mencatatkan ATH (all time high) Price (harga) setiap tahunnya. Dan biasanya yang dilakukan perusahaan agar harganya tidak terlalu mahal secara Rupiah adalah dengan melakukan Stock Split (SS), agar saham tersebut menjadi terjangkau dan liquid (banyak peminat).

Sepertinya kita akan selalu ketinggalan kereta bila mengharap saham-saham model seperti ini memberikan diskon besar-besaran. Karena toh setiap tahun akan mencatatkan kenaikan harga….

Kapan Saat Diskon Tiba ?

Grafik di bawah adalah gambaran pola PER. PER idealnya mengikuti Nilai Teori (Garis Lurus Warna Merah Tebal) dan secara normal berfluktuasi mengikuti garis tersebut. Dan kadang-kadang melewati garis Keragaman Bawah atau Atas (Garis Lurus Warna Biru Tipis).

perwaktu

Kapan kondisi diskon ? Beberapa analis mungkin akan menentukan nilai Mean PER atau STD – 1 PER dalam menentukan titik diskon. Seperti yang saya jelaskan di atas, dalam kasus ini kondisinya adalah PER sebagai fungsi terhadap waktu. Artinya bila kita menunggu PER mencapai Mean atau STD – 1, menurut saya akan terlalu lama untuk menunggu moment tersebut.

Ambil contoh, Mean PE untuk UNVR adalah 33.3. Apakah kita akan menunggu UNVR sampai PER 33?  Bila kita menghitung, pada Q3 EPS UNVR adalah 622, jadi perkiraan harga UNVR pada PER 33 adalah Rp20.690.  So ? Apakah kita akan menunggu UNVR di harga Rp 20 ribuan ?

Tergantung masing-masing orang dalam menilai. Ada yang dengan sabar menunggu diskon besar itu datang, dan saya bukan tipe orang yang SABARAN seperti itu. Bahkan membayangkan UNVR di harga Rp 20ribuan saja saya takut……….. Saya lebih suka bila kita menikmati keuntungan Investasi secara bersama-sama dari pada berharap diskon sebesar itu tapi berimbas kepada index secara keseluruhan. Seperti kata senior saya di Komunitas Saham Indonesia, berdoalah dan selalu berharap yang baik-baik terhadap kondisi index atau bursa saham kita. Janganlah kita menjadi terorist market yang berharap index turun drastis sehingga kita bisa memungut harga sekelas UNVR di level bawah, untuk mengharapkan diskon yang besar.

Jadi menurut saya, perhitungan Mean PER untuk kasus seperti UNVR kurang sesuai digunakan.

Pendekatan yang saya lakukan adalah menggunakan Nilai Teori Mean PER sebagai fungsi yaitu nilai yang berada pada Garis Lurus (Garis Lurus Warna Merah Tebal). Bila PER di bawah garis lurus tersebut, menurut saya itulah diskon nya. Atau bila kita ingin diskon lebih besar, kita bisa menunggu PER sampai di bawah Garis Keragaman Bawah (STD-1) (Garis Lurus Warna Biru Tipis).

Atau sebaliknya, bila PER di atas Garis Lurus berarti Harga UNVR sudah di atas harga wajarnya,   dan harga Sangat Mahal bila PER di atas Garis Keragaman Atas.

Saya disini bukan berarti mempromosikan UNVR karena saya sendiri tidak membeli saham ini. Bukan berarti saham ini sudah kemahalan secara valuasi bukan itu. Alasannya karena masalah kantong. Saya belum bisa menyisihkan uang Rp 4jtan untuk 1 lot saham.

Oh….  Adakah saham yang masih terjangkau yang sama dengan UNVR? Ini PR saya selanjutnya. Mencari saham dengan pola yang sama dengan UNVT tetapi masih terjangkau secara kantong.

Atau kita harus menunggu UNVR Stock Split (SS) lagi agar terjangkau? Ya…. apabila kita berharap UNVR melakukan SS berarti artinya kita yakin dan berharap harga UNVR akan naik lagi bukan?

Jadi sebaiknya kapan membeli saham dengan pola seperti ini? Bila kita bisa menunggu moment diskon seperti gambaran di atas, tentunya akan lebih baik.  Tetapi, bila kita tidak sabar menunggu moment, apa salahnya bila kita terapkan strategi buy and hold. Toh …… bila mengikuti pola, pada akhirnya saham ini akan naik juga. Alasan ini lah yang membuat saham-saham model ini saya masukkan dalam kategori Saham Nabung (Kategor B).

Tentunya, Pekerjaan Rumah bagi saya selanjutnya adalah mencari saham-saham seperti UNVR yang masih terjangkau, yang akan menjadi tabungan saya bekal nanti pensiun.

Cibinong, 17/12/2016 jam 09.55

TSu Priyadi

tsp_adi@yahoo.com

Iklan

4 thoughts on “PER Berkorelasi dengan Harga Saham (Analisa Korelasi 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s